Sunday, July 25, 2010

MENANGGULANGI PENYAKIT ASAM LAMBUNG


Nyeri lambung, merupakan salah satu gejala utama sakit lambung (maag)--yang dalam istilah medis disebut gastritis--sebenarnya lumayan populer di masyarakat. Berdasarkan penelitian di Jakarta pada 2007 terhadap 1.645 orang, ternyata enam dari 10 orang mengalami sakit lambung. Sayangnya, masyarakat Indonesia masih rendah kesadarannya untuk menjaga kesehatan lambung


Bisa pula berlangsung hingga bulanan atau tahunan yang disebut gastritis kronis. Secara garis besar, penyakit lambung dibagi berdasarkan gangguannya, yakni fungsional dan non-fungsional (organik). Sakit maag fungsional adalah sakit maag yang bukan disebabkan oleh gangguan pada organ lambung. Ini lebih disebabkan oleh pola makan yang kurang sesuai atau akibat faktor psikis. Sedangkan sakit maag non-fungsional adalah terjadinya kelainan atau gangguan pada organ lambung.


Nyeri lambung bisa timbul akibat terlalu banyak minum alkohol dan menggunakan obat-obatan antir adang nonsteroid dalam jangka panjang, seperti aspirin serta ibuprofen. Tapi ada kalanya juga nyeri lambung terjadi pada pembedahan mayor, trauma cedera, luka bakar, atau infeksi yang parah.


Beberapa penyakit lain juga bisa menyebabkan nyeri lambung, misalnya anemia atau penyakit autoimun, seperti lupus. Nyeri lambung bisa juga disebabkan oleh infeksi bakteri. (Helicobacter pylori) diketahui bisa menyebabkan luka lambung yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker lambung," kata ahli gizi dokter Sri Sukmaniah, SpGK, dalam peluncuran "Gerakan Lambung Sehat Indonesia", yang digelar sebuah perusahaan produsen obat sakit maag di Jakarta beberapa waktu lalu.


Nyeri lambung yang berulang, dan dibiarkan tidak sembuh walau sudah diobati, juga bisa menjadi awal munculnya penyakit kanker lambung.


Pencegahan bisa dimulai dari menjaga pola makan yang sehat. Membiarkan lambung kosong akan membuat asam lambung yang diproduksi jadi berlebihan. Asam lambung inilah yang akan merusak dinding lambung Setelah makan, dianjurkan tidak langsung melakukan aktivitas berat atau tidur karena akan mengganggu proses pencernaan. Perlu pula dihindari makanan dan minuman yang merangsang lambung, seperti rasa pedas, asam, kopi, minuman bersoda, dan mengandung alkohol. Cukup waktu istirahat juga penting sebagai upaya mengelola stres, yang menjadi salah satu pemicu meningkatnya jumlah produksi asam lambung. Sebab, fungsi saluran pencernaan mereka mulai menurun, termasuk berkurangnya kerja enzim saluran pencernaan yang berfungsi mencerna bahan makanan, maka pada orang lanjut usia sebaiknya mengikuti pola makan porsi kecil, tapi dengan jadwal makan yang lebih sering."


Pengobatan sakit lambung bisa dengan cara non-farmakologi, seperti pengaturan gaya hidup dan pola makan sehat. Bisa juga dengan cara farmakologi, yakni menggunakan obat-obatan untuk menekan produksi asam lambung atau membunuh kuman yang menginfeksi lambung.
Untuk mengatasi serangan nyeri lambung tiba-tiba, konsumsilah obat antasida atau penetral asam lambung, seperti hydrotalcite, yang bekerja langsung pada lambung dan melindungi lambung lebih lama


Pemeriksaan yang dibutuhkan bila sakit lambung terus terjadi, meski sudah diobati, ada kemungkinan dokter akan melakukan pemeriksaan berikut ini: Sebuah kabel kecil berujung kamera akan dimasukkan melalui mulut atau kadang-kadang hidung hingga mencapai lambung untuk melihat kondisi dinding lambung bisa jadi Anda mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah akibat perdarahan yang terjadi di lambung

0 comments:

Post a Comment